Kamis, 24 Juli 2014

Kisah Ahok dan Cerita Paman Nabi Muhammad


Jakarta - Siapa tak kenal dengan gaya Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok. Bicaranya selalu ceplas ceplos dan apa adanya. Demikian juga saat dia bercerita pengalaman saat maju menjadi Bupati Belitung Timur.

"Saya jadi bupati itu di tempat yang 93 persen muslim. Tahun 2005 dan Masyumi (Partai Bulan Bintang-red) yang menang, yang Kristen cuma 0,8 persen. Sekarang adik saya yang jadi bupati," kata Ahok di balai kota DKI, Kamis (24/7/2014) menuturkan kisahnya.

Saat maju menjadi bupati Ahok punya niat baik memajukan masyarakat. Karenanya dia maju walau kondisi masyarakat seperti itu. 

"Akhirnya rakyat lebih cerdas kok. Mau ngaku-ngaku beraqidah dan berukhuwah tapi kalau korup mah orang nggak akan peduli. Bahkan setan pun akan rakyat pilih kalau sudah terlalu susah. Kamu juga ngaku-ngaku. Buktinya orang pada lari ke batu-batu atau gunung apa kalau dia sudah sakit, juga nyari-nyari dukun tuh. Itu kan syirik juga nggak boleh dalam agama kan. Kenapa orang nekat nyari setan karena dia sudah kepepet," urai dia. 

"Jadi sama, rakyat kita ini cerdas. Waktu saya jadi bupati dibilangin nanti kalau ikut Ahok masuk neraka, ini kafir masuk neraka. Itu yang abangan jawabnya lebih kejam, ya sekali-sekali ikut Ahok masuk neraka masih makan daripada ikut kamu masuk surga mati kelaparan di surga," tambah Ahok lagi dengan gurauan.

Nah, Ahok juga menyampaikan soal sosok Ustad Muhammad yang mendukungnya. Ustad itu memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Ahok karena sejumlah hal.

"Ini cerita dari ustad yang mendukung saya ya. Islam itu akan lebih maju jika dipimpin oleh pemimpin yang bisa memenuhi kriteria yang nabi syaratkan. Sekalipun belum mendapat hidayah, karena hidayah milik Allah. Tuhan bilang apa, hidayah bukan milikmu Muhammmad tapi milikku. Kira-kira begitulah kira-kira, makanya pamannya sampai meninggal pun sampai nangis nabi pun nggak bisa memaksa dia dapat hidayah kepada pamannya, saya kira itu orang Islam 'tanda kutip' loh harus belajar lagi yang ekstrem yah tapi yah," terangnya.

Ahok kemudian bercerita tentang kisah di Madinah, di mana ada orang yahudi yang berdoa di masjid. "Lalu sahabat nabi bilang, eh itu kenapa ada yang berdoa itu musuh kita kok doa di masjid, tapi nabi bilang suruh dia berdoa. Itu yang saya tahu cerita-cerita di sekolah, ada juga yang lemparin dia tai juga, lebih kurang ajar lagi, mau dipenggal ama sahabat nabi, tapi kata nabi jangan-jangan," urai dia. 

Juga soal nabi yang datang menjenguk orang non muslim yang sakit. Padahal orang non muslim itu kerap jahat kepada nabi. "Tapi pas ditanyain sama nabi, kemana dia, sahabatnya jawab sakit. Maka oleh nabi dijenguk, dapat hidayahlah dia. Makanya begitu Islam, kalau Islam yang ekstrem gimana itu, aku bingung," tutupnya.




Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

0 komentar:

Posting Komentar

    Blogger news

    Blogroll

    About